Posts from the ‘cinta’ Category

Madah Cinta Berbicara

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku. Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Kata-kata mutiara tentang cinta

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Hamka

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Hamka

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.

Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.

Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.

Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.

A’idh Al-Qorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.

~***Buat bakal suamiku…***~


Warkah untuk dirimu yang jauh…

 

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh….
Keberadaan warkah ini di tanganmu sudah cukup untuk menyentuh rasa hatiku, terasa syukur yang tidak terhingga kepada Allah swt kerana menemukan kita kembali di dalam lembaran ini.

Alhamdulillah, diri ini ketika ini sihat dan berada di dalam keadaan yang baik. Bagaimana khabar dirimu dan imanmu di sana? Semoga berada di tahap yang diingini dan semoga berkah dan rahmat Allah senantiasa mengiringi langkahan kakimu. Semoga engkau menapak dengan penuh rasa kehambaan…

Sesungguhnya saat ini hati ini masih terus menanti. Dan sesungguhnya penantian itu seperti suatu yang berat untuk ditanggung. Tetapi seperti katamu, sabar itu buahnya manis. Sabar itu memberi erti. Dan diri ini sedikit sebanyak tenang dengan pujukan itu. Hati ini hanya mampu berkata dalam diam. Tidak perlu mengungkapkan semua itu sekarang kerana diri ini memahami yang itu semua akan mengundang rasa yang kurang enak di dalam hati. Semoga kita banyakkan istighfar apabila mengingatkan perkara ini. Jangan sampai terperangkap di dalam zina hati!Jangan terpedaya oleh nafsu kerana ingatlah akan sabda Rasulullah saw ini….

“Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam)” (HR. Hakim).

Waktu akan terus berlalu dan saat itu akan tiba tidak lama sahaja lagi. Diri ini terus bersiap untuk menerima perubahan keadaan persekitaran yang baru. Begitu juga persiapan minda dan sebolehnya sama samalah kita menambah ilmu agar tidak timbul kesulitan di kemudian hari nanti. Moga nanti diri ini akan menjadi permaisuri yang berada di dalam hatimu hingga ke akhir hayat. Dan menjadi isteri yang solehah seperti yang diidamkan tiap suami…

Ingatkah dirimu akan ayat ini….

”Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Furqan:74)

Doa’ yang dititipkan kita setiap kali selepas solat… Moga moga kehadiranmu adalah anugerah paling bermakna di dalam hatiku…Kadangkala terdetik rasa takut dan gusar di dalam hati ini kerana dirimu tidak pernah kutemui. Kelihatannya lucu bagi ramai orang, bagaimana kedua insan yang belum pernah bertemu boleh disatukan. Tetapi diri ini menyerahkan sepenuhnya kepada Allah akan urusan ini. Telah kuingatkan diriku, di setiap doa’ dan sujudku, seandainya dirimu adalah milikku… dekatkanlah.Jika bukan, maka jauhkanlah… tetapi ternyata perjalan urusan ini semakin dimudahkan Allah. Dan nyata, yang perlu dilakukan hanya menyemai kasih dan cinta padamu selepas pernikahan dan itulah yang terbaik buat diri ini kerana diri ini hanya mahukan keredhaan Allah di dalam setiap langkahan kaki dan perbuatan.Insya Allah, segala perbuatan yang baik itu akan dibalas dengan kebaikan juga. Dan ingatlah wahai bakal suamiku, tiap perbuatan dan tingkahlaku kita akan diikuti oleh generasi selepas kita. Jadi berwaspadalah dengan setiap tutur kata dan perilaku…

اللهم لك اسلمت وبك آمنت,وعليك توكلت,واليك انبت,وبك خصمت,واليك حا كمت فاغقرلي ماقدمت وما اخرت وما اسررت وما اعلنت,انبت المقدم وانت المؤخر, لااله الا انت ولا حول ولا قوة الا با لله Allahumma laka aslamtu, wabika aamantu, wa’alaika tawakkaltu, wailaika anbtu, wabika khoosamtu, wailaika hakamtu faaghfirlii maa qoddamtu wamaa akhkhartu, wamaa a’lantu,antalmuqodaimu wa antalmuqoddimu, wa antal muakhiru, laailaaha illa anta wala haula wala quwwata illabillahi.

Ya Allah hanya kepadamu aku berserah diri ,beriman, bertawakkal, kembali dan hanya bersandar kepadaMu aku mengambil keputusan. Kerana itu perkenanlah Engkau mengampuni dosaku yang telah lampau dan dosa yang akan terjadi, apa yang aku rahsiakan dan apa yang aku tampilkan .Engkaulah yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu Allah.

Doa’kan diri ini di dalam solat malammu…. Moga keyakinan kita padaNya makin kuat dan keputusan ini bukanlah sesuatu yang silap. Yakinlah pada rasa hatimu….

Jagalah iman dan amalmu, semoga waktu yang dinanti akan menjelma nanti.Banyakkanlah berdoa’ dan bertawakkal pada Allah swt.Semoga terus berada di dalam redhaNya…

Bakal zaujahmu…

Membina Dan Memelihara Cinta

 

“Bagaimana andai selepas bertunang setelah sekian lama, dia tidak suka lagi pada kita? Suka pada orang lain”, soal Kak Raiha tiba-tiba.

“Jangankan semasa bertunang kak. Orang berkahwin pun boleh pudar cintanya”.

“Betul juga”.

Persoalan tergantung. Tidak berjawab.

Masing-masing diam. Mata memandang ke tingkap merenung titisan hujan yang lebat.


Aksesori Cinta

“Sememangnya rasa suka yang memutikkan cinta itu perlu. Namun, cinta sahaja tidak menjamin”, Kak Raiha memecahkan kesunyian.

“Maksud akak?”.

“Cinta perlukan aksesori sampingan. Rasa cinta perlu hadir dengan rasa tanggungjawab”.

“Aksesori lain ialah kepercayaan”, tambah Kak Raiha lagi.

Saya semakin mengerti apa yang Kak Raiha cuba sampaikan.

“Rasa tanggungjawab dan kepercayaan ini tidak akan wujud andai tidak rasa diri berTuhan. Cinta jadi tidak berperaturan. Cinta yang jauh dari berpaksikan Tuhan”, saya cuba membuat kesimpulan.

“Benar. Andai cinta berpaksikan Tuhan, barulah lahir cinta sejati yang menyembuhkan, bukan menyakitkan. Bukan cinta buta buatan manusia”.

Cinta Tanpa Tanggunjawab

“Remaja kini terdedah dengan cinta, namun cetek ilmu menguruskannya. Tanpa ilmu, sukar melahirkan rasa tanggungjawab”, Kak Raiha cuba menghuraikan aksesori pertama.

“Tanpa rasa tanggungjawab, si teruna tidak bersifat melindungi kaum wanita. Kaum wanita pula sewenang-wenangnya menyerahkan jiwa dan raga”.

Saya diam mendengarkannya. Realiti yang harus diterima. Realiti bahawa ramai remaja yang terlibat dengan cinta di awal usia, terjebak dengan maksiat dan zina. Realiti yang bimbang lagi meresahkan.

Dengan rasa tanggungjawab yang tinggi, si lelaki akan menghormati wanita dengan tidak merosakkannya. Kesuciannya dipelihara sehinggalah dihalalkan melalui lafaz janji `aku terima nikahnya`. Rasa tanggungjawab yang tinggi juga membentengi diri seorang wanita untuk memelihara kehormatan diri dan rahimnya. Wanita bertanggungjawab untuk mempertahankan dirinya untuk suami yang halal buatnya. Memelihara kesucian rahimnya untuk zuriat yang bakal dilahirkannya.

“Cinta yang Allah gariskan bukanlah untuk menyekat. Cinta berperaturan untuk meningkatkan darjat. Cinta ekslusif!”, pesanan berharga buat remaja mabuk bercinta.

“Cinta tanpa tanggungjawab juga boleh menyebabkan rumah tangga porak peranda”, Kak Raiha mengubah konteks, daripada isu remaja kepada keluarga.

“Dengan mudah, si ayah mahupun ibu boleh `mencintai` orang lain. Bayangkan, andai ibu ataupun bapa sibuk menunaikan tanggungjawab yang tidak pernah selesai terhadap pasangan dan anak-anaknya, soal `terjatuh cinta` dengan orang ketiga pasti dapat dielakkan. Memanglah cabarannya sentiasa ada. Namun, boleh dielakkan!” Kak Raiha sedikit emosi. Tidak adil, tetapi ingin bercinta lagi.

“Setuju kak. Sekalipun suami dan isteri saling mencintai. Tanpa tanggungjawab, selama manakah cinta dapat bertahan agaknya. Cinta dan sayang terhadap anak-anak juga perlu dinilai dengan tanggungjawab”.

“Benar. Anak-anak juga harus punya cinta yang penuh tanggungjawab terhadap ibu bapa”. Peranan anak-anak pula disentuh.

“Bagaimana pula tu?”.

“Anak-anak zaman kini kadangkala sibuk bekerja. Tiada masa untuk bersama ibu bapa”.

“Sekalipun ibu dan bapa pernah melakukan kesilapan ataupun mempunyai kekurangan dalam mendidik kita, jangan menyimpan dendam. Biarlah kekurangan itu dinilai Allah. Lihat perkara positif pada ibu bapa kita. Selain kuasa Allah, jika bukan jasa mereka, masakan kita hidup sehingga kini. Dibesarkan dan dijaga”.

“Andai semua pihak melihat cinta disertai tanggungjawab, insyaAllah tidak timbul masalah. Masing-masing akan fokus pada memberi. Bukan menuntut hak”, saya cuba membuat kesimpulan mengakhiri perbualan.

“Benar, cinta pada Allah juga menuntut kita untuk menzahirkannya. Laksanakan tanggungjawab sebagai hambaNya yang bertaqwa”.

Dicintai Dan Dipercayai

Selain cinta dengan rasa tanggungjawab, cinta juga perlu lengkap dengan mempercayai.

Boleh anda bayangkan hidup tanpa wujud rasa percaya pada orang lain. Tidak percaya orang lain boleh melaksanakan tanggungjawabnya. Tidak percaya orang lain boleh menyimpan rahsia. Bermacam-macam lagi. Tanpa rasa percaya, sukar untuk hidup bahagia. Asyik resah tidak menentu hala.

Justeru, mempercayai itu amat penting dalam memelihara hubungan. Mempercayai seseorang bukan sahaja membuatkan diri kita tenang, bahkan membuatkan diri orang yang dipercayai itu lebih yakin.

Soalnya ialah bagaimana untuk membuatkan diri ini dipercayai sekaligus membina kepercayaan. Kemudian, bagaimana untuk memelihara kepercayaan itu sepanjang perhubungan?

Saya kira, membina kepercayaan mengambil masa. Memulihkan kepercayaan lebih banyak mengambil masa!

Sebelum menjalin hubungan, kepercayaan boleh mula dipupuk. Syaratnya ialah dengan tidak bermuka-muka ataupun berlakon. Lihatlah pada akhlak dan ibadahnya. Andai si dia menjaga hubungannya dengan Allah dan manusia, insyaAllah, apabila bersama kelak, kepercayaan itu sudah terbina.

Bayangkan seorang lelaki yang matanya liar memandang wanita lain. Apakah kita percaya selepas berkahwin kelak, dia akan menundukkan pandangnya?

Bayangkan seorang wanita yang tidak segan silu bertepuk tampar dengan lelaki yang haram buatnya. Apakah selepas bernikah kelak, dia akan menjadi wanita pemalu yang memelihara kelakuannya?

Bayangkan seorang teman yang suka mengumpat orang di sana-sini. Apakah kita yakin, kita tidak akan diumpatnya selepas menceritakan masalah kepadanya?

Ya, benar, manusia boleh berubah dengan izin Allah. Namun, kepercayaan sudah tercalar. Sukar!

Binalah kepercayaan sebelum menjalin hubungan. Kemudian peliharalah kepercayaan itu. Sekali tercalar, mengambil masa untuk memulihkannya.

Cinta Perlu Disuburkan

Cinta perlu ada rasa tanggungjawab dan mempercayai. Semacam kering sahaja bunyinya. Serius dan tidak berwarna-warni. Disebabkan itulah, cinta sesama manusia ini perlu disuburkan dengan kata-kata dan sentuhan. Sentuhan fizikal mahupun jiwa.

Memuji sahabat tentang kelebihan dan sifat positif dirinya.

Membelai anak yang sudah remaja dengan kasih dan mesra.

Menghadiahkan bunga buat isteri tercinta.

Menggantikan bebelan dengan kata-kata semangat buat suami tatkala perkahwinan bertambah usia.

Mengusap wajah ibu dan ayah yang sudah tua dan tidak berdaya.

Bermacam-macam perkara yang boleh dilakukan untuk menyuburkan hubungan sesama manusia melalui sentuhan dan kata-kata. Kadangkala, kita yang tidak amalkannya. Lama-kelamaan, bertukar menjadi kekok. Kemudian, dilabel buang tabiat. Parah!

Mari kita hayati kembali sirah. Kisah cinta manusia paling agung. Cinta Rasulullah terhadap isterinya. Cinta bukan dalam bentuk `segera`. Cinta Rasulullah disertai usaha yang dibajai sentuhan dan kata-kata. Dengan izin Allah, mencairkan hati, menyentuh jiwa.

Tatkala isteri tidur nyenyak kepenatan, Rasulullah memilih untuk tidur diluar, kerana kasihan.

Rasulullah juga tidak kekok meringankan beban isteri dalam menguruskan rumah tangga.

Pernah satu ketika, hidung Saidatina Aisyah dipicit. “Sabar dahulu ya Humaira”, kata nabi seraya memicit hidung Aisyah. Sentuhan mesra untuk menyabarkan dan meredakan.

Rasulullah dan isterinya saling menasihati, bersama-sama memperbaiki diri.

Biji benih gred A, andai tidak dibaja dan dijaga, masakan dapat menghasilkan buah yang sedap. Samalah halnya dengan cinta, andai tidak dibaja, masakan dapat terus kekal bahagia.

Cinta itu perlu, namun cinta semata-mata tidak membawa ke mana. Permulaan yang baik itu tidak menjamin kesudahan yang baik, tanpa baja dan dijaga.

Semoga kita sama-sama dapat amalkan tatkala diri menjalin cinta sesama makhluk menuju cinta kepadaNya.

Petua Mendapat Pasangan

PDF Cetak E-mail
1. Semua orang ada jodoh atau pasangan yang menanti dan biasanya ia berada tidak jauh dari anda. Jarang orang bertemu dengan jodoh yang berada jauh darinya.

2. Jodoh itu ketentuan Allah dan kita wajib berusaha. Doa, usaha yang betul dan bersungguh-sungguh disertai dengan tawakkal, insyallah akan menemukan anda dengan pasangan anda.

3. Ramai orang masih belum bertemu jodoh kerana mudah patah semangat. Teruskan usaha sehingga anda bertemu jodoh.

4. Seimbangkan hidup anda dengan sempurna agar diri anda jadi seperti “magnet” yang menarik bakal pasangan anda kepada anda.

5. Daya tarikan yang sebenar berpusat di hati yang murni. Berusahalah untuk mencuci hati anda daripada semua perasaan yang negatif terhadap semua orang di dunia ini. 6. Agar mudah orang sayang, cuci hati dengan jaga ibadah, solat taubat, beristighfar, baca Al-Quran, maafkan orang lain, meminta maaf, bersedekah dan berfikiran positif.

7. Sayangi semua orang di sekitar anda dan anda akan menarik sayang terhadap anda. Jika anda membenci orang, ditakuti bakal pasangan anda akan membenci anda.

8. Orang yang sedang mencari pasangan harus sentiasa bersedia untuk bertemu dengan pasangannya pada bila-bila masa. Justeru, kita perlu sentiasa dalam keadaan yang paling menarik setiap masa. Tanggapan pertama adalah yang terpenting.

9. Untuk lelaki, tarikan pertama ialah pakaiannya. Untuk perempuan, wajah dan bentuk badan menjadi tarikan pertama. Sediakan diri untuk menawan bakal pasangan anda.

10. Buka hati dan minda anda untuk menerima cinta. Cinta boleh berputik pada bila-bila masa. Cinta mudah datang kepada mereka yang sentiasa bersedia untuk menerima cinta.

11. Cinta datang melalui mata lalu turun ke hati. Justeru, perhebatkan hubungan mata secara memandang bakal pasangan dengan penuh kasih sayang.

12. Kita boleh berkomunikasi melalui fikiran. Hantarlah kasih sayang dan hasrat murni anda terhadap pasangan dengan gelombang fikiran ini secara berterusan hingga berjaya.

13. Ramai yang terlepas peluang dan patah hati sebab lewat menyatakan hasrat kepada bakal pasangan. Perkara yang baik disegerakan (iaitu menyatakan perasaan anda kepada bakal pasangan).

14. Tidak salah untuk orang perempuan memulakan usaha untuk berkenalan. Orang lelaki akan sentiasa merasakan mereka yang memulakan perkenalan walaupun sebenarnya orang perempuan yang mulakan.

15. Berkomunikasi dengan mesra dan bersemangat menggunakan lidah, mata, hati dan bahasa badan. Elakkan bercakap sambil lewa atau kurang sopan terhadap bakal pasangan.

16. Berbual dengan pasangan mengenai apa yang dia suka. Beri tumpuan kepada minat dan perasaannya. Elakkan sibuk memberi tumpuan kepada diri sendiri.

17. Layan bakal pasangan dengan mesra seperti kawan lama walaupun baru berkenalan. Bentuk suasana keintiman dengan segera agar bakal pasangan rasa selesa.

18. Makin mudah kita menceritakan hal peribadi yang munasabah kepada bakal pasangan, semakin mudah dia menceritakan hal dirinya kepada kita.

19. Berdoa dan latih diri agar kita pandai mendampingi orang lain dan seronok untuk didampingi oleh orang lain. Buang perangai yang menyebabkan orang benci kepada kita.

20. Beri sayang untuk mendapat sayang. Orang yang masih ada perasaan benci terhadap sebarang orang boleh menyebabkan bakal pasangan benci atau tidak tertarik kepada kita. Justeru buang semua benci.

21. Untuk wanita, jangan jual mahal terhadap bakal pasangan. Tetapi, nyatakan dengan hikmah kepadanya yang anda amat sukar untuk berkenalan dengan lelaki lain.

22. Kebanyakan lelaki mudah tertarik kepada perempuan yang simple, tidak materialistik, mudah berterima kasih dan redha dengan setiap pemberian lelaki tersebut.

23. Orang perempuan mudah tertarik kepada lelaki yang memberi perhatian, penghargaan dan penghormatan kepada mereka. Justeru, orang lelaki janganlah terlalu jimat atau kedekut.

24. Orang lelaki perlu belajar mengenal kerenah orang perempuan. perasaan, pemikiran, kehendak, keperluan, kesukaan dan kebenciannya.

25. Elakkan memberi tumpuan kepada kelemahan dan kesilapan kecil yang ada pada bakal pasangan. Jangan sesekali mengutuk atau memalukan bakal pasangan.

26. Senyuman ikhlas, wajah yang menawan dan bahasa badan yang penuh kemesraan akan menambat lelaki terhadap wanita.

27. Orang mudah tertawan kepada bakal pasangan yang ada persamaan dan ada perbezaan sifat, tindakan dan minat. Terlalu banyak persamaan membosankan. Banyak sangat perbezaan menyesakkan.

28. Orang mudah tertarik kepada bakal pasangan yang ada sikap dan sifat yang saling mengimbangi dan melengkapkan sikap dan sifatnya.

29. Walaupun belum kenal rapat dengan bakal pasangan, nyatakan yang anda sering merasa atau berfikir seperti yang dia rasa atau fikir. Keserasian adalah tarikan.

30. Perempuan membentuk hubungan dengan berbual dan bercakap. Lelaki bentuk hubungan dengan melakukan sesuatu kegiatan secara bersama.

31. Orang mudah tertawan kepada bakal pasangan yang mempunyai persamaan daripada berbagai segi seperti kefahaman politik, aktiviti keagamaan, sikap terhadap harta, wang dan hobi.

32. Dua orang yang amat banyak perbezaan boleh serasi antara satu sama lain jika mempunyai satu atau dua persamaan yang mendalam seperti suka kepada kucing, suka melancong atau suka ramai anak.

33. Tindakan yang serentak akan menarik bakal pasangan terhadap anda. Contohnya, serentak berpaling, serentak angkat gelas, serentak berdiri, serentak nak ke tandas.

34. Tawan hati bakal pasangan dengan pamerkan emosi yang sama terhadap sesuatu kejadian atau peristiwa – sama-sama gembira, sedih, terperanjat, benci, simpati dan sebagainya.

35. Dua insan mudah serasi jika mempunyai pentafsiran yang sama mengenai hubungan – tahap keakraban, kebebasan, kebergantungan, pemberian, pengorbanan dan sebagainya.

36. Kenalpasti ciri-ciri yang disukai oleh bakal pasangan anda. Bentuk ciri-ciri yang disukai oleh bakal pasangan anda. Bentuk ciri-ciri ini dalam diri anda dan pamerkan kepadanya yang anda mempunyai ciri-ciri tersebut.

37. Semua orang mencari cinta sejati tanpa syarat. Bakal pasangan anda akan tertarik kepada anda jika anda mengasihinya bukan kerana wajah, harta, keturunan atau glamornya.

38. Bakal pasangan akan tertawan kepada anda jika anda dapat bantu mengukuhkan imej dirinya, rangsang semangatnya dan pupuk keyakinan dirinya.

39. Keikhlasan amat penting dalam memuji atau memotivasi bakal pasangan. Jika kita didapati bohong, dia akan terus menjauhkan diri daripada kita.

40. Pujian yang berhikmah dan ikhlas bertindak sebagai magnet yang menarik anda kepada bakal pasangan. Pujian daripada kawan baru lebih bermakna dan berkesan berbanding pujian daripada kawan lama.

41. Ulang sebut perkataan, ayat atau slogan yang digemari bakal pasangan anda. Ini menyebabkan dia rasa istimewa dan dihargai dan akan tertawan kepada anda.

42. Kenalpasti keistimewaan bakal pasangan anda yang orang lain tidak nampak. Sampaikan kehebatan ini dengan bersemangat dan dia akan mudah tertawan kepada anda.

43. Untuk bakal pasangan yang popular dan sering dipuji , cari pujian yang original untuk menambat hatinya. Untuk orang yang tidak popular, sebarang pujian amat dialukan dan dihargai.

44. Beri penghargaan serta merta kepada setiap pencapaian atau kejayaan bakal pasangan. Ini membelai dan melembutkan hatinya terhadap anda.

45. Jika bakal pasangan memuji anda, pamerkan keseronokan anda dengan senyuman dan ucapan terima kasih dan bersyukur. Dia akan rasa dihargai.

46. Cari keunikan, kelucuan atau ‘kegilaan’ bakal pasangan anda. Nyatakan yang anda suka kepadanya sebab keunikan tersebut. Ini buat dia rasa istimewa.

47. Ramai pasangan sengsara bila isteri terlalu cantik atau suami terlalu handsome. Justeru, cari bakal pasangan yang setara dan sepadan dengan kita.

48. Orang yang merasa dirinya hodoh sukar untuk mendapat pasangan. Carilah kecantikan yang ada pada anda dan bentuk keyakinan diri. Hati yang suci dan keyakinan yang tinggi menyerlahkan kecantikan anda.

49. Wanita mudah tertawan kepada lelaki yang gentleman – bersopan santun, suka membantu, menghormati wanita, berani dan yakin diri.

50. Untuk jadi lebih menawan, berterusan belajar, perbaiki perangai dan peribadi, baiki kemahiran komunikasi, murnikan hati, pemaaf dan sentiasa bersangka baik.

51. Lelaki harus mempamerkan sifat kelelakiannya di samping memasukkan sifat perempuan dalam dirinya seperti lebih prihatin, memahami emosi , timbang rasa, dan gunakan gerak batin.

52. Perempuan harus mempamerkan sifat kewanitaan disamping menghayati sifat lelaki seperti minat dalam politik, sukan, memancing, dan aktiviti macho yang lain. Bertindak bijak tapi, jangan terlalu bijak.

53. Untuk menambat hati wanita, kerap bertanya tentang perasaannya, aktiviti yang dijalankannya, kegemarannya, kebenciannya atau sebarang perkara yang berkaitan dengan emosi.

54. Sebelum benar-benar rapat, orang perempuan harus elakkan diri dari bertanya bakal pasangan mengenai perasaannya mengenai sesuatu perkara, peristiwa atau situasi.

55. Orang lelaki amat pantang bila bakal pasangan menempelak atau menunjukkan kesilapan atau kebodohan lelaki tersebut. Ini cara terbaik memutuskan hubungan.

56. Orang perempuan mudah tertawan kepada lelaki yang boleh mengaku salah, meminta maaf, meminta bantuan, bertolak ansur, pandai mendengar, bersabar dan lemah lembut terhadap wanita.

57. Bila bercakap dengan lelaki, orang perempuan harus fokus kepada fakta dan sampaikan secara ringkas. Penjelasan yang berjela-jela dan memasukkan unsur perasaan akan membunuh minat lelaki terhadapnya.

58. Jika orang perempuan marah, pujuklah dengan kasih sayang. Tanya kenapa dia marah, dengari dengan teliti dan jangan komen atau cuba beri nasihat. Orang perempuan mudah sayang pada lelaki yang pandai mendengar dan sensitif kepada perasaannya.

59. Jika lelaki marah, jangan sibuk nak tanya kenapa dia marah. Pamerkan kasih sayang dan bentuk suasana yang tenang. Doakan dia dan beri masa untuk dia merawat dirinya sendiri.

60. Fahami bahawa orang lelaki bercakap secara terus terang, ringkas dan objektif. Orang perempuan sering bercakap secara berlapik, terperinci dan banyak yang tersirat.

surat dari anak kepada ibu…

Bacalah surat ini dengan iringan irama  ini…plezzz!!! <<<JANGAN BACE SELAGI TAK HABIS IRAMA INI>>>

Mak…..

Terlalu bosan rasanya duduk membilang hari…..
Dah hampir sepuluh bulan mak pergi,
Rasanya baru semalam mak peluk kiter kan sejuk syahdu masih terasa lagi nih….

Mak tau tak…..
itu lah pertama kali mak peluk anak mak yang nakal ni sejak kiter dewasa…..
dan itu juga terakhir kali nya.
Emmmm…rupanya mak dah tau mak nak pergi jauh…..
nak tinggal kan anak2 mak….. nak tinggal kan dunia fana ni…..


mak macam dah sedia…..
Seminggu sebelum tu…..
mak dah menganyam tikar mengkuang 3 helai…..
Akak kata sampai ke pagi mak anyam tikar tuu….
tanpa rasa mengantuk, tanpa rasa letih…..
kakak pun rasa hairan…..
mak tak penah buat gitu…..

pastu mak pasang radio kecil di sebelah mak…..
tapi mak seolah2 tak sedar bahawa rancangan radio tu siaran siam ……
kengkadang siaran indonesia …
mak terus tekun menganyam…
Rupanya tikar yang telah mak siapkan tu di gunakan untuk mengiringi mak ke kuburan…

Pastu mak sapu sampah sekeliling rumah bersih2….
pastu mak jemur karpet-karpet. ..
pastu mak ubahkan sofa ke tempat lain..
mak biarkan ruang tu kosong..
rupanya kat situ jenazah mak diletakkan..

paling menarik sekali mak bgtau kat maner sume duit dan barang kemas mak..
ada kat dalam almari…..
ada kat dalam dalam beg…..
ada dalam ASB…..
ada kat dalam Tabung Haji..
mak cakap tak berapa cukup lagi….
ada kat dalam gulung tikar…..

masa tu mak perasan takk..??
kiter gelak sakan bila mak bgtau duit dalam gulung tikar…
kiter kata mak ni memang pesenn lama laaa…
mak cuma gelak jer…
eeemmm..bahagiaa nya saat ituu..

Mak…..
Hari tu hari sabtu 18/08/2003 pukul 3 petang mak tiba2 sakit perut…..
bila malam tu kiter sampai dari KL…..
mak dah dalam kesakitan.
Akak dan abang kat kampong semua dah pujuk…..
mak tetap takmau pi hospital…. .
dan cuma tinggal giliran kiter sahaja yang belum pujuk..
Mak kata mak takmau duduk dalam hospital…. .
tapi kiter berkeras juga pujukk..
nanti di hospital ada doktor…
ada ubat untuk mak..
kat rumah kami hanya mampu sapu minyak dan urut jer..

Mak tetap tak bersetuju… ..
mak memang degil..
tak salah, anak mak yang ni pon mengikut perangai mak tu..
Tapi akhirnya bila melihat keadaan mak makin teruk….
mak sakit perut sampai nak sentuh perut mak pon sakit
kami adik beradik sepakat hantar juga mak ke hospital…. ..

Mak…..
amponkan kami semua…
kami nak mak sehat…
kami sayang mak…
kami tak mau mak sakit…
kami terpaksa juga hantar mak ke hospital….
ampon kan kami yer mak….

Mak…..
Malam itu abang bawa mak ke hospital
dan itu lah pertama dan terakhir kali mak naik kereta kiter…
Masih terbayang betapa ceria dan gembiranya mak,
kiter kata nak beli kereta….
Mak asyik tanya ajer..
cukup ker duitt..
kiter jawab pula…
kalau tak cukup, mak kan banyak duit…
mak gelak ajerr…..

Lepas tu bila kereta kiter sampai….
mak buat kenduri kesyukuran.. ….
Dan kiter masih ingat lagi…
bila kiter eksiden terlanggar Ah-Chong naik motor…..
Punya la kiter takut…
kiter warning kakak kiter jangan sesekali bgtau kat mak…..
Bila balik sahaja kampong….
kiter cepat-cepat simpan keta dalam garaj…..
Tapi mak perasan juga bumper depan kemek…
mak tanya kenapa…?
Selamba jerr kiter jawab terlangar pokok bunga…..

Mak….
tujuan kiter menipu tu supaya mak tak risau…
Maafkan kiter kerana sampai mak pergi mak tak tau hal sebenar…
mak, kiter menipu mak kan …
ampon kan kiter….

Mak…..
Jam 4.30 pa gi 19/08 /2003
Bila tiba aja kat hospital….
nurse tengah balut mak dengan kain putih…..
mak mesti nampak kiter jatuh terduduk di lantai hospital…
Mesti mak nampak abang cium dahi mak…..
Mesti mak nampak akak baca doa untuk mak….
Mesti mak nampak adik terduduk kat kerusi kat sudut itu…
mesti mak nampak semua tu kann…kann. .kannn

Mak tau tak….
Pagi tu balik dari hospital jam 5.20 pagi kiter mamandu dalam keadaan separuh sedar…
Adik kat sebelah diam melayan perasann…
Kenangan bersama mak berputar dalam kepala ini…
jalan di depan terasa makin kelam…..
airmata dah tak mampu di tahan….
Masa tu seandainya apa-apa terjadi di jalan itu kiter rela…
Namun alhamdulillah akhirnya kiter sampai juga…
di sebab kan pagi masih awal, jadi jalan tu lenggang..
kosong. …sekosong hati ini…..
Sepanjang perjalanan terasa kedinginan subuh itu lain benar suasananya.. …
terasa syahdu dan sayu…dinginnnn. ….

Mak…..
Kiter masih ingat lagi…
Kiter baca AlQuran kat tepi mak temankan mak…
Jam 11.00 pagi mak di mandi kan …..
Anak2 mak yang pangku masa mak mandi….
Mak mesti rasa betapa lembut nya kami mengosok seluruh tubuh mak…..
Kiter gosok kaki mak perlahan lahan…..
Mak perasan tak…?

Makcik yang mandikan mak tu pujuk kiter…..
Dia kata…” dikk…jangan nangis…kalau sayang mak jangan buat gitu…jangan nangis ya..”
Bila makcik tu kata gitu…
lagi laaaa laju airmata ni..
tapi kiter kawal supaya tak menitik atas mak….

Mak…..
Sampai takat ini surat ni kiter tulis…..
kiter nangis ni…..
Ni kat dlm bilik…baru pukul 4.00 pagi….
Takder orang yang bangun lagi…..
kiter dengar nasyid tajuk “anak soleh” kiter sedih…
kiter rindu kat mak..!
Takpa la….
nanti bila kita selesai sembanyang subuh,
kiter baca yassin untuk mak…
mak tunggu ya..!

Mak..
Sebelum muka mak di tutup buat selamanya… .
Semua anak2 mak mengelilingi mak…
menatap wajah mak buat kali terakhir….
Semua orang kata mak seolah2 senyum aja…
Mak rasa tak….
masa tu kiter sentuh dahi mak….
kiter rasa sejukkkk sangat dahi makk…..
Kiter tak mampu nak cium mak…
kiter tak daya….
kiter tuliskan kalimah tauhid kat dahi mak dengan air mawar…
Airmata kiter tak boleh tahan….
Mak mesti ingat kan yang anak mak ni jadi imam solat jenazah untuk mak…
tapi kite suruh tok imam bacakan doa sebab kite sebak….

Jam 12 tengahari mak diusung keluar dari rumah….
Akak pula dah terkulai dlm pelukan makcik…
badan akak terasa panas…
makk…
anak mak yang seorang tu demam….

Mak tauu…
cuma akak sorang saja anak mak yang tak mengiringi mak ke tanah perkuburan.. .
Mak…..
Hari2 ku lalui tanpa kewujudan mak lagi…
Begitu terasa kehilangan mak…
boleh kata setiap malam selepas maghrib anak mak ini berendam airmata…
Dan sampai satu tahap….
masa tu malam jumaat selepas maghrib…
Selepas kiter baca yassin ngan kawan-kawan. ….
entah kenapa biler kat bilik kiter keluarkan gambar2 mak pastu apa lagi…
semakin kiter tenung terasa semakin sayu…
tangisan tak dapat dibendung…

Mak tauu…
kiter cuba bertahan…
memujuk diri sendiri tapi tak juga reda…
Kiter rasa nak telefon mak…
nak cakap dengan mak….
anak mak yang ni dah tak betul kan …????
Dan akhirnya dalam sedu sedan itu kiter telefon kampong…
Kiter cakap dengan kakak..kiter nangis lagi…
Puas la kakak memujuk kiter…
Akak kata…” tak baik laa nangis aje..doa lah untuk mak..”
Dan akhirnya akak juga nangis…..

Mak tau tak..
di saat itu kerinduan terasa menusuk sehingga ke hulu hati…
rasa pilu sangat…
menusuk-nusuk sehingga terasa begitu sakit dalam dada ni….
Sampai sekarang bila kerinduan itu menjelma…
hanya sedekah al-fatihah kiter berikan…..

Mak….

cukup la sampai sini dulu….
kawan kiter dah ketuk pintu bilik tu….
kejap lagi kami nak pergi solat subuh kat masjid…
selalunya, kiter yang bawak mak naik motor kan ….
kali ni kiter jalan kaki dengan kawan pulak…
esok kiter ingat nak tulis surat kat ayah pula….
Mula2 kiter tak tau nak hantar mana surat nih…
pastu kawan kiter bgtau…
simpan je buat kenangan..
Kiter cuma tau alamat ni aje…
Takper yer mak…
Kiter kasi orang lain baca…
Kiter stop dulu…
sebab kawan kiter dah lama tunggu tu…
akhir kata untuk mak…

I LOVE YOU SO MUCH
dan jutaan terima kasih kerana membesarkan kiter…
memberi seluruh kasih sayang dari kecil sampai masuk sekolah..
sampai masuk unibesiti..
sampai kiter boleh rase naik kapal terbang…
boleh rasa duduk kat negara orang…
sampai akhir hayat ini jasa mak tak akan mampu kiter balas..

Sekian terima kasih,
Yang Benar Anak mak yang dah tak degil

surat buat bakal isteriku…

Assalamualaikum wrt. wbt.

Untukmu, Bakal isteriku..

Tangan ini mula menulis apa yang telah dikarangkan oleh hati ini di dalam kalbu. Aku mula tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebahagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya. Acap kali aku mendengar bahawa ungkapan “Kau tercipta untukku.”

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya erti kalimah ini kerana diselubungi jahiliyah. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, baru kini aku mengerti bahawa pada satu hari nanti, aku harus mengambil satu tangungjawab yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku, iaitu dirimu. Aku mula mempersiapkan diri dari segi fizikal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.

Aku mahukan pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ‘sempurna’ di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini. Aku cuba mempelajari erti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku galas ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku cuba membataskan perbicaraanku dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting kerana aku risau aku menceritakan rahsia diriku kepadanya kerana seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah sebahagian dariku dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini.

Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustaz. Diriku diselubungi jubah, digelar syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar daie. Bukan itu yang aku pinta kerana aku hanya mengharapkan keredhaan Allah. Yang aku takuti, diriku mula didekati oleh wanita kerana perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.


Aku khuatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khuatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga. Aku berasa bersalah kepada dirimu kerana khuatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu kerana dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau. Tetapi aku pasti jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, nescaya rasa cinta itu akan Allah tanam dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.

Jiwa remaja ku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku bakal melamarmu, akan ku lihat wajahmu sekilas agar mencipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

Kahwinilah isteri kerana empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal.” Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita. Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan perkahwinan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Dariku, Bakal suamimu.


surat cinta…

Tidak akan diketahui kecintaan seseorang sehingga tiba saat berpisah. Tidak diketahui kesabaran seseorang sehingga tiba masanya dia patut marah.Dan tidak diketahui keberanian seseorang sehingga tiba waktu berperang. Demikan kata pendita. Benar, cinta yang lama (setelah usia perkahwinan meningkat) hanya akan bergetar semula bila berpisah.Perpisahan yang sekali-sekala akan menyuburkan percintaan. Tetapi jangan terlalu lama, justeru jika terlalu lama ia mengundang bahaya kerana ia boleh mengundang fitnah dan mampu menghakis setia.

Jika sayangkan anak tangan-tangankan, mungkin sayangkan isteri perlu ditinggal-tinggalkan. Dan dalam kehidupan pejuang agama dahulu, kini dan akan datang, perpisahan memang sudah menjadi “mainan”.Walaupun, mungkin ada yang melihat perpisahan dikalangan suami isteri yang berkahwin itu satu yang memedihkan, tetapi ia sebenarnya baik untuk menyuburkan rasa cinta. Maksud saya bukan berpisah kerana bercerai tetapi berpisah kerana berjauhan oleh sesuatu urusan atau tugasan.

Jangan terus-terusan “berkepit” di rumah. Manusia tidak boleh lari daripada rasa jemu. Oleh itu para suami harus keluar dalam tempoh tertertu dan pada pada waktu-waktu tertentu tanpa rasa berat hati, enggan atau malas. Lebih-lebih lagi atas tujuan dakwah, kebajikan dan membuat kebaikan. Bukankah itu hak Allah atas kita? Janganlah hendaknya kerana terlalu cinta isteri sehingga kita mengabaikan cinta Allah.

Sayidina Abu Bakar pernah mengarahkan anak lelakinya menceraikan isteri yang baru dikahwininya apabila didapati anak lelakinya itu sudah jarang keluar solat berjemaah di masjid sejak berkahwin. Sudah menjadi tradisi para sahabat Rasulullah SAW dan baginda sendiri, keluar daripada kota Madinah sama ada untuk berperang atau berdakwah. Dan tentunya sahaja ini memaksa mereka sering berpisah dengan isteri mereka.

Percayalah kekadang Allah menghilangkan seketika mentari, kemudian DIA datangkan guruh dan kilat. Puas kita meratap di mana serinya mentari… rupa-rupanya Allah ingin mengurniakan pelangi yang indah. Oh, itu rupanya hikmah berpisah. Cinta akan menjadi lebih indah!

Kalau dahulu, dengan bermusafir ertinya terjadilah perpisahan secara total, kerana pada masa itu tidak ada lagi alat-alat komunikasiseperti hari ini, maka sekarang keadaan sudah berbeza. Sudah banyak alat untuk berhubung walaupun berjauhan lama atau seketika. Jadi, apa salahnya semua alat itu dimanfaatkan untuk “meredakan” rasa rindu yang pasti melanda dengan syarat, perhubungan itu tidak merosakkan atau mengganggu tugasan dan tanggung jawab semasa di perantauan.

Malah kadangkala tempoh berjauhan seperti itu, yakni semasa hati dan emosi sangat lembut sekali, adalah ketika yang paling sesuai dimanfaatkan untuk mendidik isteri (selain anak-anak). Berbicaradari jauh kekadang lebih mendekatkan. Benar sekali kata pepatah, “jauh-jauh berbau bunga.” Ingat, cinta kadangkala menjadi lebih subur dikejauhan berbanding berdekatan. Di kejauhan kekadang kebaikan, kejelitaan dan kesetiaan isteri kita akan lebih terasa. Bukankah terlalu dekat ada kalanya menjadikan kita buta? Ramai suami yang asyik memarahi isterinya bila bersama, tetapi apabila isterinya itu meninggal dunia, maka dialah yang paling banyak meratap, menangis sayu kerana rindu dan cintakannya.

Apa yang ada sering dilupakan, apa yang tiada sering didamkan. Itulah ungkapan untuk membayangkan sifat manusia ketika berdepan dengan nikmat jasmani dan itulah juga sifatnya bila berdepan dengan nikmat rohani termasuk soal cinta. Jadi, bila berjauhan ertinya kita “hilang” seketika akan dirinya, maka sudah tentulah ini akan menyerlahkan semula cinta yang selama ini terpendam. Oh, rupanya cinta itu masih ada, malah masih membara dan menyala.

Kalau ada yang bertanya, mengapa ketika berjauhan bukan dia yang dikenang? Sudah hampir sepurnama bermusafir, tetapi wajah isteri yang ditinggalkan tidak juga muncul-muncul dalam ingatan, doa dan kerinduan… Oh, itu petanda kurang baik. Mungkin cinta itu bukan terpendam, tetapi sudah terpadam. Jika ada cinta, pasti ada rindu. Jika ada rindu pasti ada keinginan – ingin bertemu, ber bual, bermesra dan sebagainya. Tetapi jika semua itu sudah tidak ada, kita bertanya,adakah  mungkin cinta itu sudah tidak ada!

Untuk anda saudara ku, mari seketika ku ajak kembara bersama sepucuk surat cinta ini…

Ke ribaan isteriku yang tersayang…Sayang, aku tenang di sini kerana ku yakin kau telah menerima hakikat ini dengan tabah dan bijaksana. Hentikan tangisanmu di sana. Demi ketenanganku di sini. Yakinlah, perpisahan sebenar bukan kerana jaraknya destinasi. Tetapi oleh retaknya hati.

Perpisahan ini, insya-Allah akan menyuburkan cinta… sekiranya kita menerimanya sebagai satu didikan Allah. Yakinlah, kita akan bertemu dalam suasana yang lebih indah dan manis. Perpisahan ini adalah mahar buat saat yang indah itu.

Semoga perpisahan ini menguatkan jiwaku. Tiadalah ubat jiwa yang paling mujarab kecuali mencintai Allah. Dan dengan cinta itu nanti semuga kita saling menyintai kerana Allah – cinta yang lebih suci.

Kita dipaksa berpisah untuk “dijemput” ke daerah tauhid dan syariat-Nya. Selama ini kita terlalu banyak berlakon-lakon dan bermain-main dengan pelbagai alasan dan kemalasan. Aku pasrah dengan “paksaan” ini walaupun suntikannya terlalu sakit, ubatnya pahit.

Sayangku,
Hadapilah kenyataan yang sudah termaktub sejak azali ini. Kesedihan dan air mata tidak akan meredakan hati apalagi menyelesaikan masalah. Aku sentiasa berdoa untukmu.

Ya Allah…
Ampunilah dosa-dosa isteriku dan memaafkan semua kesalahannya. Kuatkanlah iman dan taqwanya… dengan Kau suburkan selalu dihatinya rasa hina, berdosa, jahil, lemah, miskin, berharap terhadap-Mu.

“Ya Rahim…
Berilah dia kekuatan dan kesabaran dalam mendidik anak-anak kami. Agar ditangannyalah nanti tertempa zuriat yang soleh dan solehah. Bimbinglah kemarahannya, kebijaksanaannya, kesabarannya, kelembutannya, hukumannya dan segala-galanya dengan seimbang, agar dia terdidik untuk mendidik.”

“Ya Rahman…
Maniskanlah akhlak isteriku semanis wajahnya. Hiasilah kata-kata dari lidahnya dengan kebenaran dan kelembutan, seperti Kau telah hiasi matanya dengan kecantikan. Berilah kecantikan dan keindahan hakiki dengan limpahan taqwa yang sejati.”

“Ya Rabbi…
Lembutkan hati isteriku agar mudah ia mengadu-ngadu pada-Mu. Lenturlah jiwanya agar ia mudah merayu-rayu dan meminta-minta pada-Mu. Haluskanlah perasaannya agar dia mampu menangis dan merintih-rintih pada-Mu. Hancur dan remuk-redamlah dirinya dalam menerima didikan-Mu kerana di situlah pengiktirafan dia sebagai hamba-Mu.”

Sayang,
Ramai pasangan berpisah kerana putus cinta. Namun lebih ramai yang terpisah kerana terlalu cinta. Bila cinta makhluk membelakangi cinta Allah, maka cinta itu akan kehilangan daya untuk bercinta sesamanya. Ia akan layu, kesepian dan keseorangan. Pada cinta yang ilusi begini… pertemuan adalah perpisahan. Tapi bila cinta itu cinta hakiki, berpisahkanpun masih bertemu.

Justeru, perpisahan ini untuk menyelamatkan. Perpisahan ini adalah mehnah yang akan menguatkan kembali ikatan perkahwinan. Ia adalah satu “reaksi berantai” kepada semua yang ada ikatan dengan kita. Agar semuanya bergantung dengan ALLAH semata. Jangan kita bergantung dengan selain-Nya.

Makhluk yang terhubung atas nama suami, isteri, ibu, bapa, anak, adik, abang, kakak, saudara, sahabat atau apa sahaja akhirnya akan pergi jua. Sesungguhnya, perpisahan adalah cara Allah “mencantas” pergantungan hati kita dengan yang bernama suami, isteri, ibu, bapa, anak dan saudara.

Hakikatnya saat itu pasti tiba. Mati boleh terjadi bila-bila. Ketika itu jika hati tidak bersedia… pedih dan sakitnya tentu terlalu. Mungkin hilang kewarasan, mungkin luntur semangat, kecewa untuk meneruskan hidup. Dan paling khuatir, terhakis iman, tercalarnya tauhid.

Sayang… bergantunglah pada Allah kerana hubungan kita dengan-Nya tidak akan dipisahkan istilah janda, duda dan yatim. Sedangkan hubungan kita sesama manusia tidak dapat tidak, pasti diputuskan oleh MATI. Justeru… anggaplah perpisahan ini satu persediaan untuk menghadapi saat mati yang sudah pasti datang.

Syukur … kerana dahulu pernah aku terlintas, bagaimana nanti kalau kalau salah seorang daripada kita dipanggil pulang oleh Allah? Apakah ketika itu hati akan redha? Ah, lantaran benci merasainya, fikiran dikunci daripada memikirkannya…. Padahal itu sudah pasti. Oh! Tuhan, benci betul rupanya kita kepada mati.

Angkuh betul kita dengan ‘milik’ pinjaman Allah ini. Seolah-olah isteri, suami, anak-anak dan lain-lain itu benar-benar kepunyaan kita. Terlalu berat untuk memulangkannya. Sebab ‘memulangkannya’ bererti berpisah!

Tidak sanggup kita “pulangkan” kembali bila tarikh pulangnya sudah tiba. Kini, alhamdulillah, pinjaman itu dipinta kembali oleh Allah buat sementara… aku diserahkan kembali olehmu, dan kau diserahkan kembali olehku kepada-Nya.

Didikan ini sangat mahal harganya. Inilah intipati iman kita kepada satu ayat Quran yang sangat pendek: “Sesungguhnya kita kepunyaan Allah, dan kepada Allah kita akan dikembalikan.” Bersedialah untuk menghadapi yang terburuk akibat perpisahan ini. Namun jangan sekali-kali terputus dari berharap sesuatu yang terbaik.

Doaku dan doamu pasti dicelahi oleh rasa bimbang takut-takut tidak diperkenankan tetapi padamkanlah segalanya dengan satu keyakinan bahawa ia pasti diperkenankan. Amin. Yang penting… bukan diperkenankan atau tidak, tetapi semoga Allah tingkatkan kesabaran, keimanan dan tawakal kita menghadapi apa jua takdir-Nya.

Isteriku, jangan dipinta ringankan ujian, tetapi pintalah ‘beratnya’ iman untuk menghadapi ujian i
tu!